Senin, 30 November 2015
7 Perbuatan Melambangkan Kamu Bukan Lagi Seorang Isteri
Para Istri, berhati-hatilah dalam menjaga sikapmu terhadap suamimu. Suamimu adalah ladang syurga bagimu, tapi bisa juga kebalikannya, suamimu bisa menjadi pintu neraka bagimu, bila dia tidak ridha kepadamu.
Berikut ini ada 7 Perbuatan Melambangkan Kamu Bukan Lagi Seorang Isteri yang memang seharusnya tidak kamu lakukan kepada suamimu...
1. Ketika suamimu pulang dari kerja, kamu masih sibuk di rumah, tidak menyambutnya di pintu malah tidak memberikan senyuman dalam keadaan dia kepenatan.
2. Makanan suami bukan lagi dari air tanganmu sebaliknya air tangan mamak Restoran. Pakaian suami diberikan kepada tukang dobi untuk dicuci dan digosok.
3. Ketika suami marah menegur mu, kamu menjawabnya dengan leteran dan meninggikan suara kepadanya.
4. Ketika suami duduk bersamamu di rumah, baumu tidak menyenangkan, pakaianmu tidak bersih dan tidak menarik.
5. Rahasia rumah tanggamu diceritakan kepada ibumu, kakak dan juga sahabat handaimu.
6. Tidak berlaku baik dengan keluarga suami malah menghasut suami sehingga meninggalkan tanggungjawab terhadap keluarga suamimu.
7. Tiba waktu solat, kamu tidak mengejutnya bangun untuk solat dan tidak menyuruh melakukan ketaatan, tidak meminta suamimu bertaubat dari dosa dan tidak meminta suami meninggalkan maksiat.
Ya Allah, kurniakan kepada pemuda Islam dengan isteri yang solehah dan kurniakanlah kepada perempuan Islam dengan suami yang soleh, Aamiin...
Kenalkan Bripda Rizka, Polwan Cantik yang Hafal Alquran
Cantik, berjilbab, abdi negara, hapal Alquran pula. Hati siapa tak akan terpincut? Bripda Rizka Munawwaroh merupakan polisi wanita (polwan) dari kesatuan Polisi Daerah (Polda) Sumatra Selatan. Berbeda dari polisi kebanyakan, ia mempunyai kelebihan lain yakni menghafal Alquran.
Tak tanggung-tanggung, hingga kini ia telah menghafal 20 juz. Dara kelahiran Palembang 15 Agustus 1996 ini menyatakan sebagaimana dikutip dari laman Fabeook Divisi Humas Mabes Polri bahwa kebiasaannya tersebut telah bermula sejak sekolah dasar.
"Sempat berhenti karena pikirannya main terus, setelah SMP kembali menghafal hingga kini," tutur Rizka.
Rizka sendiri mengakui, dari kesukaannya menghafal Alquran, banyak kemudahan yang ia dapatkan dalam kehidupan. Misalnya saja sewaktu lulus SMA, ia punya cita-cita kuliah di Mesir. Setelah ikut tes ternyata ia lulus seleksi.
Pada saat bersamaan, ia ikut tes polisi dan lulus pula. Setelah memutuskan masak-masak, ia memutuskan menjadi polwan. Ia menganggap menjadi aparatur negara adalah jalan hidupnya.
Meski demikian, tak lantas ia meninggalkan kebiasaannya menghafal Alquran. Di samping kesibukannya sebagai polisi, ia tetap mengulang-ulang hafalannya. Harapannya ke depan, ia dapat menuntaskan menghafal Alquran hingga 30 juz. (sul)
Perempuan Sebaiknya Memiliki Anak Sebelum Usia 30 Tahun
Memiliki anak adalah hal yang umumnya diinginkan oleh semua wanita. Namun untuk memiliki anak, Anda harus memastikan bahwa Anda dan suami siap dengan hal tersebut. Dan perlu diketahui bahwa setiap wanita memiliki masa subur dimana itu akan menurun seiring dengan pertambahan usianya. Sadar akan hal itu munculah sebuah himbauan untuk memiliki anak sebelum usia 30 tahun seperti yang dilansir olehyorkpress.co.uk
“Wanita yang berharap hamil harus mulai mencobanya sebelum mereka berumur 30 tahun.” kata dokter kesuburan NHS.
Bahkan dalam sebuah surat kepada sekretaris pendidikkan Nicky Morgan, konsultan ginelog Profesor Geeta Nargund menyerukan pelajaran kesuburan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum nasional.Dia mengatakan bahwa pelajaran wanita muda mengetahui tentang bahaya menunda kehamilan akan memberdayakan orang untuk mengendalikan kesuburan mereka.
Dia juga menuliskan bahwa dia telah sering menyaksikan penderitaan wanita yang terlambat untuk memiliki anak. Informasi adalah kekuatan dan cara terbaik untuk memberdayakan orang demi mengendalikan kesuburan mereka adalah melalui pendidikan.
“Idealnya, jika wanita telah siap untuk memiliki anak, dia harus mulai mencoba sebelum ia berusia 30. Dia harus mempertimbangkan memiliki anak lebih awal karena saat ia menjadi wanita tua, kesuburannya akan menurun tajam.”
“Banyak anak muda yang belum memiliki cukup informasi tentang dampak usia kesuburan dan juga tidak menyadari dampak merokok, alkohol atau memakai obat-obatan terlarang.”kata Prof Nargund.
"Wanita berpendidikan belum tentu dididik tentang kesuburan mereka," tambahnya.
Ladies, setelah membaca himbauan ini sebaiknya Anda pikirkan untuk tidak menunda kehamilan sampai umur 30 tahun. Diskusikan hal ini dengan pasangan Anda agar nantinya tidak ada masalah kesuburan saat kalian ingin memiliki anak.
Buat Para Wanita yang Cari Suami Kaya, Baca Kalau Berani..
Ketika seorang wanita yang katanya “REALISTIS” (tdk mau dibilang matre), mendapat jawaban dari seorang pebisnis yang juga REALISTIS
Pertanyaan seorang gadis di sebuah forum netizen di US:
“Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”
Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik dan berselera yang tinggi.
Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun minimal $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.
Saya tidak matre, tapi realistis. Di New York penghasilan sebesar itu hanya termasuk kelas menengah.
Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun dan ingin menikahi saya? Di manakah saya bisa bertemu pria kaya yang ingin menikahi saya?”
Jawaban datang dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial:
“Dear Gadis Jelita,
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Izinkan saya menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional.
Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.
Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan sbb:
Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”. Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.
Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas.
Penghasilan saya akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya.
Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi. Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial.
Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan”.
Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya.
Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Mungkin perkataan saya kejam, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewakan.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.
Saran saya, lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya.
Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, itu lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.
Semoga jawaban ini dapat membantu. Silahkan sebarkan ke semua wanita yang ingin mencari suami kaya.
Bikin sedih... Nenek ini ditelantarkan karena dianggap menyusahkan
Entah apa salah nenek renta bernama Murjinem ini hingga ia ditelantarkan begitu saja di Masjid Agung Kraton Yogyakarta oleh orang-orang yang diduga keluarganya, Kamis (29/10). Untungnya, ia ditolong oleh beberapa orang berhati mulia.
"Sekitar pukul 17.30 WIB kami menyusuri sisi utara jalan ( seberang jalan depan kantor pos) dan tak sengaja mendengar ibu bersama anak kecil yang menuntun seorang nenek tua renta sedang berbicara via telepon, inti pembicaraan yang tak sengaja kami dengar bahwa ibu tersebut membawa nenek yang sengaja ditelantarkan/ditinggalkan di masjid kraton," tulis Agust Nur Fawzan, salah seorang netizen yang menolong nenek tersebut, dalam Facebooknya.
Oleh si ibu yang belum diketahui namanya tersebut, sang nenek dibawa ke pos polisi di perempatan 0 Km. Sayangnya, bukan respons positif yang didapat dan malah menyarankan ibu tersebut membawa nenek malang itu ke dinas sosial.
Agust dan beberapa temannya kemudian ikut mengantar nenek yang ternyata sudah pikun itu ke Panti Wredha Werdhabudi di Kotagede karena ternyata ibu yang menemukan nenek tadi sudah tak punya uang dan suaminya habis kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Sesampainya di panti wredha, setelah melalui beberapa prosedur, Agust minta izin membuka tas si nenek berharap menemukan nama dan alamat yang bisa dihubungi, tapi yang didapatnya malah dua lembar kertas dengan tulisan yang bikin emosi.
"Kowe ki nek mulih wis bingung, gawe repote tanggane karo pak polisi mulakno nong ngomah mengko yo dikrangkeng. Nek wong tuwo kuwi nunggu dipanggil Sing Kuoso golek sangu sing apik," begitulah tulisan yang ada di dua lembar kertas yang ditemukan di tas nenek tersebut.
Artinya tulisan itu adalah, "Nenek itu kalau pulang bikin repot tetangga dan sama Pak Polisi di rumah nanti juga di masukin penjara. Orangtua itu tinggal nunggu dipanggil Yang Maha Kuasa, cari bekal yang baik".
Sepertinya keluarganya sudah enggan mengurusi si nenek tersebut. Tidakkah mereka ingat saat kecil, serepot apapun, nenek itulah yang mengurus mereka anak-anaknya. Semoga keluarga nenek tersebut menyadari kesalahannya.
Kuburan Wanita ini Mengeluarkan Cahaya dan Wajahnya Berseri-seri
Warga Malaysia sempat dihebohkan dengan peristiwa meninggalnya seorang wanita muda berusia 35 tahun, Haslinatul Adzlin, 20 April 2014 lalu. Kuburan wanita berjilbab dan berkulit putih ini mengeluarkan cahaya. Wajahnya juga seperti berseri-seri usai dikafani.
Peristiwa ini diyakini sebagai khusnul khatimah (berakhir baik). Di media sosial Facebook juga sempat menjadi perbincangan dan banjir like setelah fotonya diunggah akun Sejakh Penang Hati.
Media cetak Malaysia, Harian Metro memuat pertiwa itu pada halaman muka dengan judul berita Pusara Bercahaya.
Almarhumah dimakamkan di Tanah Pekuburan Changkat Jering. Prosesi pemakaman dihadiri sejumlah berlangsung pada siang hari. Cahaya itu dari kuburan itu terlihat dengan jelas.
Haslinatul berasal dari Taman Seri Dermawan, Ipoh Perak, Malaysia. Meninggal karena kanker payudara. Media setempat belum mengulas kisah Haslinatul semasa hidupnya.
Menanggapi peristiwa khusnul khatimah, mufti (ulama) Perak, Tan Sri Harussani Zakaria menilainya sebagai tanda yang baik. Kendati demikian, dia memita agar ada bukti sahih jika ini dianggap sebagai khusnul khatimah.
“Kalau betul kubur berkenaan bercahaya, ia membawa tanda yang cukup baik kepada jenazah berkenaan, namun setiap penyebaran berita itu mestilah dilakukan dengan bukti yang sahih,” kata mufti Perak Tan Sri Harussani Zakaria seperti dikutip dari Malaysian Review.
Lanjut, kata Tan Sri Harussani Zakaria, peristiwa demikian tidak pernah termuat dalam Alquran maupun hadis.
“Dulu-dulu pernah ada kes (kasus) seperti ini, namun ia tidak pernah tertulis di dalam AlQuran mahupun (maupun) hadis. Kalau penyebaran perkara membawa kebaikan kepada jenazah tidak apa kerana dalam Islam, kita tidak dibenarkan memburukkan jenazah,” katanya ketika dihubungi Harian Metro.
WANITA HARUS TAU, BEGINI PEREMPUAN DALAM PIKIRAN LAKI-LAKI
Ilustrasi
Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?
Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.
Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.
Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
Allah Taala telah berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. ….” – (QS. An-Nuur : 30-31).
Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini.
Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya.
Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?
So, berjilbablah… Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.
Jadilah wanita yang menjaga aurat karan itu menjaga pandangan lelaki.
Pesan dari Seorang laki-laki yang berusaha menahan pandangannya:
Jadilah wanita yang menjaga aurat karena itu menjaga pandangan lelaki” karena SALING MENJAGA itu lebih BAIK daripada SALING MENYALAHKAN…
Minggu, 29 November 2015
6 Amalan Ibu Hamil Agar Melahirkan Anak Sholeh
Hamil dan melahirkan adalah salah satu keistimewaan seorang perempuan. Dalam proses ini, perempuan diberi kepercayaan oleh Allah untuk terlibat lebih banyak dalam proses penciptaan manusia.
Kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjadikan anak tersebut menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Semua perempuan juga tentu menginginkan anak sholeh dan sholehah.
Mendidik anak menjadi anak yang sholeh juga bisa dilakukan bahkan sebelum anak tersebut lahir. Apa yang kita lakukan selama hamil akan berpengaruh secara langsung pada perkembangan janin.
Berikut 6 amalan yang sebaiknya anda lakukan ketika hamil agar melahirkan anak yang sholeh.
Banyak Bersyukur
Hal pertama yang harus kita syukuri pada saat mengandung adalah bahwa kita dipercaya oleh Allah untuk mengandung seorang bayi. Kita bisa bersyukur dengan terus berdzikir kepada Allah dan menjaga kandungan tersebut dengan sebaik-baiknya. Seperti janji Allah, barangsiapa bersyukur maka Allah akan memberinya lebih banyak. Jika kita bersyukur dengan kehamilan kita, Insya Allah kita akan dikaruniai anak yang sholeh.
Banyak Berdoa
Kehamilan adalah peristiwa besar yang terjadi pada perempuan, kita juga akan melalui persitiwa yang lebih besar yaitu melahirkan. Maka, di masa-masa ini sebaiknya kita banyak berdoa kepada Allah untuk diberi kelancaran dalam proses kehamilan ini, diberi keturunan yang sempurna dan sehat fisiknya, juga agar kita sendiri diberi kesehatan fisik oleh Allah.
Adapun doa yang diajarkan Rasulullah adalah sebagai berikut:
“Robbi habli minashsholihin (Ya Allah berikanlah kami anak yang sholih).” (QS. As-Shaffat :11)
Menjaga Emosi
Janin juga dapat merasakan emosi yang bergejolak dalam diri anda. Jika anda tidak dapat mengontrol emosi, tidak dapat menjaga lisan dan tidak dapat menjaga sikap, maka janin akan ketularan energy negatif dari emosi yang kita rasakan. Banyak-banyaklah relaksasi dan melakukan hal yang menyenangkan agar dapat menularkan energy positif pada bayi yang kita kandung.
Mendidik Sejak di Dalam Kandungan
Mendidik anak bisa dilakukan bahkan sejak masih di dalam kandungan. Inilah saat-saat terdekat ibu dengan anak, dimana mereka ada dalam satu tubuh tanpa terpisahkan sedikitpun. Nikmatilah saat-saat ini dengan menjalin kedekatan dan mendidik dengan hal-hal baik.
Saat di dalam kandungan, anak juga bisa mendengarkan apa yang diucapkan orang-orang di luar perut ibunya. Ajaklah ia berbicara hal-hal yang baik dan perdengarkanlah ayat-ayat Al-Qur’an untuk menanamkan sifat positif pada anak sejak dari dalam kandungan.
Memeriksakan Kandungan
Memeriksakan kandungan merupakan salah satu cara untuk bersyukur atas janin yang telah dititipkan pada kita dan sebagai bukti bahwa kita menjaganya dengan baik. Kebaikan seperti ini juga akan menularkan sifat-sifat positif bagi anak kita kelak.
Menjaga Kehalalan Rezeki
Penting bagi seorang ibu hamil untuk menjamin setiap apa yang masuk ke dalam tubuhnya yang akan pula masuk ke dalam tubuh si bayi, seperti makanan yang bergizi dan rezeki yang halal
Nah, Sahabat Mezora, itulah beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan ibu hamil agar melahirkan anak yang sholeh. Semoga kita semua senantiasa dikaruniai anak-anak yang berbakti kepada orangtua dan taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Sabtu, 28 November 2015
Jangan Bangga Jadi Pegawai Bank
Hukum Menjadi Pegawai Bank Dalam Pandangan Islam.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui Komisi Fatwa-nya dalam forum Rapat Kerja Nasional dan Ijtima’ Ulama Indonesia, sejak hampir 12 tahun yang lalu tepat pada hari Selasa 16 Desember 2003 telah mengeluarkan fatwa tentang bunga.
Fatwa itu intinya menyatakan bahwa bunga pada bank dan lembaga keuangan lain yang ada sekarang telah memenuhi seluruh kriteria riba. Riba tegas dinyatakan haram, sebagaimana firman Allah SWT:
وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.(QS al-Baqarah [2]: 275).
Karena riba haram, berarti bunga juga haram. Karena itu, sejujurnya tidak ada yang istimewa dari fatwa MUI ini. Bahkan sejatinya, untuk perkara yang segamblang atau qath‘î itu tidaklah diperlukan fatwa, alias tinggal dilaksanakan saja. Artinya, fatwa itu lebih merupakan penegasan saja.
Sebagai penegasan, fatwa ini sungguh penting karena meski jelas-jelas dilarang al-Quran, praktik pembungaan uang di berbagai bentuk lembaga keuangan tetap saja berlangsung hingga saat ini.
Tulisan kali ini akan lebih membahas tentang besarnya dosa riba dan keterlibatan di dalamnya (Tulisan lengkapnya dapat dilihat di buku kami: “Hukum Seputar Riba dan Pegawai Bank” yang diterbitkan Ar-Raudhoh Pustaka).
Dosa Riba
Seberapa besar dosa terlibat dalam riba, maka cukuplah hadits-hadits shahih berikut menjawabnya:
“Satu dirham yang diperoleh oleh seseorang dari (perbuatan) riba lebih besar dosanya 36 kali daripada perbuatan zina di dalam Islam (setelah masuk Islam)”(HR Al Baihaqy, dari Anas bin Malik).
“Tinggalkanlah tujuh hal yang dapat membinasakan” Orang-orang bertanya, apakah gerangan wahai Rasul? Beliau menjawab: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa orang yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri waktu datang serangan musuh dan menuduh wanita mu’min yang suci berzina”. (HR Bukhari Muslim)
Terlibat dalam riba (Bunga Bank) adalah termasuk dosa besar, yang sejajar dengan dosa syirik, sihir, membunuh, memakan harta anak yatim, melarikan dari jihad, dan menuduh wanita baik-baik berzina. Naudzubillah. Bahkan apabila suatu negeri membiarkan saja riba berkembang di daerahnya maka sama saja ia menghalalkan Allah untuk mengazab mereka semua.
“Apabila riba dan zina telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya dari azab Allah” (HR. Al Hakim)
Pertanyaannya, jika Bank itu diharamkam karena Riba, lalu bagaimanakah hukum bagi orang yang bekerja di dalamnya (pegawai Bank)?
Hukum Menjadi Pegawai Bank Konvensional
Telah sampai kepada kita hadits riwayat Ibnu Majah dari jalan Ibnu Mas’ud dari Nabi SAW:
“Bahwa beliau (Nabi SAW) melaknat orang yang makan riba, orang yang menyerahkannya, para saksi serta pencatatnya.” (HR. Bukhari Muslim)
Jabir bin Abdillah r.a. meriwayatkan:
“Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan hasil riba, dan dua orang yang menjadi saksinya.” Dan beliau bersabda: “Mereka itu sama.”(HR. Muslim)
Ibnu Mas’ud meriwayatkan:
“Rasulullah saw. melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang saksinya, dan penulisnya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)
Sementara itu, dalam riwayat lain disebutkan:
“Orang yang makan riba, orang yang memben makan dengan riba, dan dua orang saksinya –jika mereka mengetahui hal itu– maka mereka itu dilaknat lewat lisan Nabi Muhammad saw. hingga han kiamat.” (HR. Nasa’i)
Dari hadits-hadits ini kita bisa memahami bahwa tidak diperbolehkan untuk melakukan transaksi ijarah (sewa/kontrak kerja) terhadap salah satu bentuk pekerjaan riba, karena transaksi tersebut merupakan transaksi terhadap jasa yang diharamkan.
Ada empat kelompok orang yang diharamkan berdasarkan hadits tersebut. Yaitu; orang yang makan atau menggunakan (penerima) riba, orang yang menyerahkan (pemberi) riba, pencatat riba, dan saksi riba. dan saat ini jenis pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang membanggakan sebagian kaum muslimin serta secara umum dan legal (secara hukum positif) di kontrak kerjakan kepada kaum muslimin di bank-bank atau lembaga-lembaga keuangan dan pembiayaan.
Berikut adalah keempat kategori pekerjaan yang diharamkan berdasarkan dalil-dalil
yang disebutkan diatas:
1. Penerima Riba.
Penerima riba adalah siapa saja yang secara sadar memanfaatkan transaksi yang menghasilkan riba untuk keperluannya sedang ia mengetahui aktivitas tersebut adalah riba. Baik melalui pinjaman kredit, gadai, ataupun pertukaran barang atau uang dan yang lainnya, maka semua yang mengambil atau memanfaatkan aktivitas yang mendatangkan riba ini maka ia haram melakukannya, karena terkategori pemakan riba. Contohnya adalah orang-orang yang melakukan pinjaman hutang dari bank atau lembaga keuangan dan pembiayaan lainnya untuk membeli sesuatu atau membiayai sesuatu dengan pembayaran kredit yang disertai dengan bunga (rente), baik dengan sistem bunga majemuk maupun tunggal.
2. Pemberi Riba.
Pemberi riba adalah siapa saja, baik secara pribadi maupun lembaga yang menggunakan hartanya atau mengelola harta orang lain secara sadar untuk suatu aktivitas yang menghasilkan riba. Yang termasuk dalam pengertian ini adalah para pemilik perusahaan keuangan, pembiayaan atau bank dan juga para pengelolanya yaitu para pengambil keputusan (Direktur atau Manajer) yang memiliki kebijakan disetujui atau tidak suatu aktivitas yang menghasilkan riba.
3. Pencatat Riba.
Adalah siapa saja yang secara sadar terlibat dan menjadi pencatat aktivitas yang menghasilkan riba. Termasuk di dalamnya para teller, orang-orang yang menyusun anggaran (akuntan) dan orang yang membuatkan teks kontrak perjanjian yang menghasilkan riba.
4. Saksi Riba.
Adalah siapa saja yang secara sadar terlibat dan menjadi saksi dalam suatu transaksi atau perjanjian yang menghasilkan riba. Termasuk di dalamnya mereka yang menjadi pengawas (supervisor).
Sedangkan status pegawai bank yang lain, instansi-instansi serta semua lembaga yang berhubungan dengan riba, harus diteliti terlebih dahulu tentang aktivitas pekerjaan atau deskripsi kerja dari status pegawai bank tersebut.
Apabila pekerjaan yang dikontrakkan adalah bagian dari pekerjaan riba, baik pekerjaan itu sendiri yang menghasilkan riba ataupun yang menghasilkan riba dengan disertai aktivitas lain, maka seorang muslim haram untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, semisal menjadi direktur, akuntan, teller dan supervisornya, termasuk juga setiap pekerjaan yang menghasilkan jasa yang berhubungan dengan riba, baik yang berhubungan secara langsung maupun tidak. Sedangkan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan riba, baik secara langsung maupun tidak, seperti juru kunci, penjaga (satpam), pekerja IT (Information Technology/Teknologi Informasi), tukang sapu dan sebagainya, maka diperbolehkan, karena transaksi kerja tersebut merupakan transaksi untuk mengontrak jasa dari pekerjaan yang halal (mubah). Juga karena pekerjaan tersebut tidak bisa disamakan dengan pekerjaan seorang pemberi, pencatat dan saksi riba, yang memang jenis pekerjaannya diharamkan dengan nash yang jelas (sharih).
Yang dinilai sama dengan pegawai bank adalah pegawai pemerintahan yang mengurusi kegiatan-kegiatan riba, seperti para pegawai yang bertugas menyerahkan pinjaman kepada petani dengan riba, para pegawai keuangan yang melakukan pekerjaan riba, termasuk para pegawai panti asuhan yang pekerjaannya adalah meminjam harta dengan riba, maka semuanya termasuk pegawai-pegawai yang diharamkan, dimana orang yang terlibat dianggap berdosa besar, karena mereka bisa disamakan dengan pencatat riba ataupun saksinya. Jadi, tiap pekerjaan yang telah diharamkan oleh Allah SWT, maka seorang muslim diharamkan sebagai ajiir di dalamnya.
Semua pegawai dari bank atau lembaga keuangan serta pemerintahan tersebut, apabila pekerjaannya termasuk dalam katagori mubah menurut syara’ untuk mereka lakukan, maka mereka boleh menjadi pegawai di dalamnya.
Apabila pekerjaan tersebut termasuk pekerjaan yang menurut syara’ tidak mubah untuk dilakukan sendiri, maka dia juga tidak diperbolehkan untuk menjadi pegawai di dalamnya. Sebab, dia tidak diperbolehkan untuk menjadi ajiir di dalamnya. Maka, pekerjaan-pekerjaan yang haram dilakukan, hukumnya juga haram untuk dikontrakkan ataupun menjadi pihak yang dikontrak (ajiir).
Selain itu juga Allah SWT mengharamkan kita untuk melakukan kerjasama atau tolong-menolong dalam perbuatan dosa.
وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. al-Maidah: 02)
Wallahu’alam
Sumber: Sugianto Parjan Dua facebook
Note : Jika sudah tahu dan sudah baca, share ke saudaramu yang lain, agar terselamatkan dari dosa riba. Tugas kita hanya menyampaikan dan berdo'a agar mereka diberi hidayah. Semoga kita semua selalu mendapat hidayah dari Alla
Mengharukan, Ratu Kecantikan ini tidak malu sujud di kaki Ibunda yang seorang pemulung
Seorang gadis asal Thailand bernama Mint Kanistha, 17, baru-baru ini menjadi perbincangan netizen. Ini lantaran kisah hidup dan kepribadiannya yang luar biasa.
Dalam foto-foto yang dirilis di laman siakapkeli.my, terlihat keseharian Mint yang bekerja membantu ibunya sebagai pemulung. Meski dengan ekonomi yang pas-pasan Mint ternyata tak malu menjalani hidupnya.
Dengan penuh perjuangan, dirinya kemudian mengikuti ajang bernama Miss Uncensored News Thailand. Ajang itu merupakan kesempatan bagi para perempuan untuk bersaing tanpa memedulikan latar belakang sosial mereka.
Dalam ajang yang digelar itu Mint berhasil keluar sebagai pemenang utama. Dia pun berhak memeroleh hadiah utama sebesar 200 ribu bath (Rp 77 juta).
Meski menjadi pemenang, dia tak lupa dengan ibunya. Setelah menjadi juara, dirinya kemudian terlihat bersujud kepada sang ibu.
Berikut foto-foto Mint yang sangat menggugah hati:
Dalam kesehariannya Mint biasa membantu ibunya memungut sampah
Mint tidak pernah jijik mengobok-obok tong sampah yang ditemuinya
Semua sampah yang masih berguna ia kumpulkan untuk dijual kembali
Walau memiliki paras cantik, ia tidak pernah malu membantu ibunya
Sebuah ajang kecantikan mengubahnya menjadi seorang putri layaknya kisah dongeng
Walau jadi pemenang Mint tidak sombong, iapun tidak malu bersujud di kaki ibunya
Dengan bangga ia memamerkan isi rumahnya yang sederhana kepada wartawan
Mint kini telah menjadi terkenal dan cantik, semoga ia tetap memiliki hati yang sederhana
Artis Jerman Ini Merasa Tentram Setelah Berhijab
Berperan sebagai seorang pelajar Muslim dalam film terbarunya, seorang aktris muda Jerman merasa tentram saat menggunakan hijab untuk pertama kali, meskipun orang-orang menatap ganjil padanya.
“Saat aku memakai hijab dan hanya melihat wajah bagian depan saja, aku awalnya punya perasaan yang aneh,” Ave Celik menuturkan pada harian Jerman Bild.
“Bisa jadi sehubungan dengan persiapan peran dalam film, karena saat aku menggunakan kostum itu aku seketika merasakan ketenangan yang tidak biasa."
“Di jalanan juga begitu, aku melihat orang-orang menoleh padaku dua atau tiga kali. Tapi aku tak benar-benar bisa menafsirkan arti tatapan tersebut,” dia menambahkan.
Celik seorang artis berkebangsaan Jerman berusia 25 tahun, berperan sebagai Sevda, seorang pelajar muslim yang duduk di bangku SMA, di dalam film yang diproduksi oleh saluran televisi resmi Jerman, ZDF. Dia memerankan seorang gadis muslim pintar yang liberal, dengan orangtua yang tidak beragama. Gadis ini memilih secara sukarela menjalani kehidupan sebagai pengikut Islam yang taat.
Di dalam film, Sevda menolak duduk di samping cowok atau ikut serta dalam kegiatan pendidikan olah raga. Gurunya mengijinkan Sevda mendapatkan perlakuan ini, namun berdampak pada pelajar-pelajar lain yang menentang guru tersebut.
Film ini menyelesaikan integrasi di masyarakat Jerman, dengan menggambarkan perempuan-perempuan Muslim tidaklah mengalami penindasan.
“Aku lahir di Berlin dan secara pribadi tidak mengalami pengecualian. Masalah itu tentunya jauh diinterpretasikan dan aku pikir toleransi selalu bersifat sangat pribadi. Kebaikan saja tidak cukup, tapi aku pikir jika kedua belah pihak saling menghargai, akan menjadi awal yang baik.” ujar Celik seperti dilansir dari laman Onislam.net.
Jerman mempunyai populasi umat Muslim nomor dua terbesar di Eropa setelah Perancis, dan Islam menjadi agama ketiga di Jerman setelah kristen Protestan dan Katolik.
Jumlah populasi umat Islam di Jerman berkisar antara 3,8 hingga 4,3 juta jiwa, atau sekitar 5 persen dari jumlah penduduk jerman yang berjumlah 82 juta jiwa, menurut Kajian Komisi Pemerintah Jerman.
Sekitar 1,34 juta umat Muslim di Jerman tinggal di Nordrhein-Wesfalen (NRW), menempatkan negara bagian ini menjadi wilayah muslim terbanyak. Mayoritas Muslim Jerman adalah pendatang dan keturunan migran generasi kedua atau ketiga. Turki merupakan negara asal Muslim Jerman terbanyak:1,5 juta, sementara Muslim dari Asia tenggara hanya sekitar 73 ribu orang, Afrika Utara 92 ribu, Asia Tengah 13 ribu, Timur Tengah 110 ribu, Eropa Tenggara 355 ribu, dan dari negara lainnya 32 ribu.
Mencari Kebenaran Tentang Tuhan, Menuntun Remaja 19 Tahun Memeluk Islam
Nama lengkapnya Larissa Chou, wanita kelahiran Cirebon, 23 April 1996 silam ini. memang masih tergolong muda, tapi ia mempunyai pendirian yang kuat melebihi orang seusianya. Apa yang ia yakini benar akan diperjuangkan sekuat tenaga meski tantangan datang dari sekelilingnya, tidak membuatnya mundur atau mengalah. Apalagi bicara soal iman yang diyakininya.
Sebagai seorang mualaf yang kebetulan beretnis Tionghoa, jelas Larissa mendapat tentangan dari keluarganya. Pasalnya, tak satupun dari mereka yang Muslim. Keributan tak dapat dielakkan saat mereka mengetahui Larissa masuk Islam. Ia pun dihujat oleh teman-temannya, bahkan pria-pria Tionghoa non Muslim yang jatuh hati padanya, langsung berpaling. Tapi ia tidak peduli. Ia berjuang mempertahankan Iman kepada Allah, membagikan pengalamannya itu di ask.fm agar non muslim membaca dan terbuka pikirannya dengan Islam. Dan hebatnya lagi, hanya berselang seminggu setelah mengucapkan syahadat, ia langsung berijab Syar’i tanpa peduli non Muslim bicara apa. Iya yakin berhijab itu baik dan salah satu cara dalam Islam untuk menjaga kehormatan wanita.
Perjumpaannya dengan Islam, berawal saat Larissa merasa sangat jauh dari kebeneran tentang tuhan. Dalam upaya pencariannya ia memplajari agama Budha dan Kristen, mengikuti beragam kegiatan kagaaman, namun belum bisa menjawab segala pertanyaanya selama ini.
Ditengah kebimbangannya karena belum juga menemukan kebenaran dari dua agama yang dipelajari sebelumnya, Larissa mencoba untuk mempelajari agama Islam, saat pertama kali mempelajari Islam, ia pun merasa asing. Tapi itu justru membuatnya semakin tertarik mempelajarinya, bagaimana pandangan Islam tentang Tuhan, bagaimana cara ibadahnya, dan bagaimana kitab sucinya.
Larissa kemudian membandingkan dengan dua agama lain yang telah dipelajari sebelumnya. Itu ia lakukan demi mencari sebuah kebenaran. Ia akhirnya mendapati Islam dan ajarannya ternyata masuk akal. Islam adalah jawaban selama ini ia cari dan setiap aturan dalam Islam adalah untuk membawa manusia menjadi pribadi yang lebih baik. Sebelum mengenal Islam ia sempat berpikir Islam adalah agama yang berlebihan, banyak yang diharamkan dalam agama Ini.
Ada pengalaman unik yang ia rasakan saat pertama kali belajar sholat, karena keluarganya tidak ada satupun yang beragama Islam, Larisa terpaksa mempelajari tatacara shalat dari youtube dan mempraktekkannya secara sembunyi-sembunyi. Pembantu, satu-satunya yang Islam di rumahnya malah enggan menjelaskan Islam ketika ia mencoba bertanya, karena takut dimarahi oleh keluarganya.
Karena ia yakin dengan pilihannya, maka ia pun mulai meyakinkan keluarganya dan berusaha bertanggungjawab dengan pilihan hidupnya. Melihat keyakinannya yang kuat, keluarganya mulai membuka hati.
Larissa merasakan perubahan dalam hidup setelah memeluk Islam. Ia merasa lebih sabar dan mengerti makna hidup. Hidup ini tidak hanya mengejar duniawi semata karena ada yang lebih penting yang harus diraih yakni kehidupan akhirat.
Menjadi Muslimah yang taat memang berat tetapi wanita yang sudah terlahir Islam harusnya malu oleh Mualaf seperti dirinya yang langsung menutup aurat tanpa protes, dan rela meninggalkan popularitas sampai dihujat untuk mencari ridho Allah. Selalu sabar dan semangat, tidak takut terlihat jelek. Untuk apa tampil cantik untuk pria yang belum tentu menjadi suami. Kecantikan hanya untuk sang suami kelak.
Larissa yang menyukai tiramisu cake, bluberry chesee cake dan ayam goreng ini tentu saja punya harapan besar dalam menapaki hidupnya. Ia berharap suatu hari kelak bisa menikah dengan pria yang sholeh dan keluarganya Allah berikan hidayah untuk memeluk agama Islam. Ia juga berharap agar suatu saat nanti bisa berdakwah kepada para non-muslim untuk mengenalkan bahwa Islam adalah agama yang benar dan rahmat bagi semesta alam.
Jumat, 27 November 2015
Doa dan amalan apa yang harus dilakukan agar cepat diberi momongan?
Doa dan amalan apa yang harus dilakukan agar cepat diberi momongan? Memiliki Anak yang Shaleh dan Shalehah adalah dambaan setiap pasangan yang telah menikah Entah itu mereka yang baru saja menikah atau yang sudah bertahun-tahun melangsungkan perkawinan namun tak kunjung juga dikarunia buah hati Tidak bisa dipungkiri kehamilan adalah mutlak atas izin Allah SWT.
Doa cepat hamil sesungguhnya tergantung prerogratif hak Allah SWT. Sesungguhnya Ia yang menentukan dan mengabulkan apa yang diminta oleh makhlukNya. Bisa cepat, bisa lambat bahkan bisa ditunda, namun yang perlu digarisbawahi bagi pasangan suami istri yang telah lama menikah dan belum memiliki anak tetap tidak diperbolehkan untuk berputus asa dari Rahmat Allah SWT.
Doa adalah permohonan untuk dapat mengerjakan/berusaha dengan izin allah agar dalam segala urusan menjadi lancar. Begitupula dengan doa lekas hamil, dimaksudkan agar tetap bersemangat dalam berusaha bagi anda yang baru menikah atau sudah menikah bertahun-tahun dalam memiliki keturunan. Di dalam berdoa dengan segala kerendahan hati bukan berarti anda meninggalkan ikhtiar anda dalam segi media (terapi kesuburan), menjaga pola kehidupan anda tinggalkan.
Doa agar cepat hamil yang dapat anda amalkan
► Doa Nabi Ibrahim a.s. ketika belum punya anak:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Rabbi hablii min ash-shalihiin.
Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (As-Shaffat: 100)
► Doa Nabi Zakaria Memohon Diberi Anak yang Sholeh
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurrata a’yunin, waj’alna lil muttaqiina imaama.
Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74).
Selain doa diatas, bernadzar untuk menamai calon buah hatinya kelak dengan nama “Muhammad” juga akan mempercepat dikaruniai seorang anak. Perbanyak juga bacaan istigfar, dzikir “ Yaa Salam” dan bacaan asmaul husna “Ya Mushowir” ( Yang Maha Pemberi bentuk) sehabis sholat fardhu ataupun sunnah.
Sebagai tambahan amalan Anda bisa mencoba untuk senantiasa puasa Senin Kamis atau Puasa Dawud dan memperbanyak sedekah terutama untuk anak-anak yatim piatu. Sebagai pancingan untuk meningkatkan hormone keibuan Anda bisa mendekatkan diri dengan belajar mengasuh bayi saudara atau tetangga sepenuh hati seolah-olah itu adalah anak Anda sendiri.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” [QS Ar-Ra’d (13):11]
Semoga Bermanfaat bagi anda yang sedang mencoba untuk program Hamil.
Wajib Baca Buat Anak Muda Jaman Sekarang, Sebelum Terlambat...
Saat ini Aku gembira sekali, Aku berada ditempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap.
Tapi ah.. Itu tidak masalah, Aku tetap gembira sekali, Tuhan telah memilihkan tempat ini untukku.
Aku Bisa merasakan Ibu tersenyum,
mendengarkan suara Ibu yang lembut.
Tapi Bu, kenapa beberapa hari ini Ibu menangis..?
Malam ini Aku juga mendengar Ibu menangis, bahkan ketika tangisanmu semakin menjadi, tiba tiba Ibu memukulku, yang masih ada dalam perut Ibu. Aku Kaget sekali Bu.. Aku ingin sekali memelukmu dan bertanya kepadamu,
kenapa Ibu bersedih..?
Siapa yang telah membuat Ibu menangis..?
Tapi Ibu terus memukulku.. sakiiiit Bu..
Ibu.. Aku ingin bertanya, kenapa hari ini Ibu menc4ci maki Aku..?
Aku bahkan tidak tahu apa salahku..?
Yang ada Ibu hanya berteriak sambil menyebutkan nama Seseorang yang Ibu katakan sebagai Ayahku, Seseorang yang kemarin mem*kul Ibu.
Ibu.. Aku ingin membelai Wajahmu dan mengusap air matamu, Aku ingin mengatakan Aku sayang Ibu agar Ibu tenang,
tapi tanganku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul bahkan membelai wajahmu Bu..
Tapi Tenanglah Bu, aku benar benar akan membahagiakan Ibu saat aku tumbuh besar nanti. Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibuku.
SAAT AB*RSI
“Ibu.. Kenapa seharian ini Ibu tetap menangis..?
Apa Aku berbuat salah..?
Ibu, hukumlah Aku jika Aku salah,
tapi tolong usir benda yang menarikku ini..!
Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku,
Ibu.. Tolong Aku.. sakiiiiit.. Ibu..
Kenapa Ibu tidak mendengar teriakanku, Bu..
Benda itu menarik kepalaku,
rasanya leherku ini mau putus,
dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini,
dia terus menarik dan menyiksaku.. Sakiiit.. Oh Ibu…
tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini.. Ibu.. Aku sekarat…
ABOR*I SELESAI
Ibuku sayang.. Kini aku telah bersama Tuhan di-
Surga, Aku bertanya kepadaNya,
Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Ab*rsi..?
Yang Aku tahu sesuatu itu telah menyakitiku dan Aku sedih Bu.. Teman Temanku di Surga bilang, kalau Aku tidak di inginkan.
Ah.. Aku tidak percaya…
Aku mempunyai Ibu yang sangat baik
dan sayang padaku.
Mereka juga berkata, karena Aku..
Ibu merasa sangat malu !
Itu Tidak benar kan Bu..? Aku kan jagoan kecil Ibu
yang akan melindungi Ibu,
kenapa Ibu harus malu..?
Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu.
Tetapi Mereka tetap bilang padaku,
kalau Ibu sendiri yang memb*nuhku..!
Tidak ! Ibuku tidak akan sekejam itu,
Ibuku sangat lembut dan mengasihiku..!
Maafkan Aku Ibu…
Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Karena Aku ingin membahagiakan Ibu, tapi sekarang Tuhan telah membawaku kesini, karena kejadian itu…
Benda Itu telah menghisap lengan dan kakiku hingga putus…
dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh mungilku.
Ibu.. Aku hanya ingin Ibu tahu,
bahwa Aku sangat ingin tinggal bersama Ibu,
Aku tak ingin pergi. Aku sayang Ibu,
walaupun Aku belum sempat bernafas
dan melihat wajahmu Ibu..
Ibu… Aku sangat ingin mengatakan,
biarlah Aku sendiri yang merasakan…
sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.
Ibu…Maafkan Aku…
karena gagal menjadi jagoan kecil…
yang akan melindungi Ibu…
Selamat tinggal Ibu..
Sumber : Trendingindo.blogspot.com
Kamis, 26 November 2015
5 Perbuatan Wanita yang Dicatat Zina Meskipun Tidak Berzina
Zina adalah dosa besar yang harus dijauhi. Apalagi oleh wanita yang telah memiliki suami. Wanita yang telah bersuami, jika ia melakukan zina (berhubungan dengan laki-laki selain suaminya), maka hukuman hadd atasnya adalah dirajam hingga mati.
Selain zina dalam pengertian yang sebenarnya, ada pula sejumlah perbuatan yang membuat wanita seakan-akan melakukan zina atau memikul dosa seperti dosanya zina.
1. Memakai parfum agar laki-laki mencium baunya
Agaknya perbuatan ini sangat marak dilakukan oleh para wanita di zaman modern ini. Mereka memakai parfum saat keluar rumah sehingga baunya tercium oleh kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Dari bau yang menarik, akhirnya laki-laki bisa tertarik dan syahwatnya bisa tergoda.
Yang mengenaskan, parfum itu justru hanya dipakai saat keluar rumah sehingga laki-laki lain menikmati wanginya sementara ketika mereka berduaan dengan suaminya justru tidak memakai wewangian tersebut.
Rasulullah menyebut wanita yang memakai parfum saat keluar rumah sehingga laki-laki lain mencium baunya dengan sebutan wanita pezina. Na’udzubillah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ
“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)
2. Riba dan memakan harta riba
Di zaman sekarang, praktik riba marak terjadi. Banyak orang merasa tak berdosa bergelimang dengan riba. Bukan hanya kaum laki-laki, kaum wanita juga tidak sedikit yang terlibat dalam praktik riba. Entah sebagai pelaku, pencatat, marketing, maupun pengguna riba.
Padahal, riba merupakan dosa besar yang dosanya lebih berat daripada dosa zina. Satu dirham yang dimakan dari hasil riba lebih besar daripada zina 36 kali. Sedangkan dosa riba yang paling kecil, jika dilakukan laki-laki, seperti berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Sebaliknya, dapat diqiyaskan jika riba itu dilakukan oleh wanita, dosanya seperti berzina dengan ayah kandungnya sendiri. Na’udzu billah.
دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً
“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi)
الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)
3. Bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan mahramnya
Bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan mahramnya sering kali dianggap biasa. Padahal itu termasuk dalam kategori zina tangan. Baik persentuhan, apalagi jika saling raba.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ
“Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh)” (HR. Muslim)
Begitu hebatnya dosa persentuhan laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya ini hingga oleh Rasulullah disabdakan lebih baik seseorang ditusuk dengan jarum besi.
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Seseorang yang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani)
4. Lesbi
Dalam kitab Ad Daa’ wa Ad Dawaa’, Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan salah satu penyakit dalam kategori kesucian diri adalah perbuatan lesbi.
“Disebutkan dalam sebagian atsar yang marfu’: Jika seorang wanita mendatangi wanita yang lain maka keduanya adalah pezina” tulis Ibnu Qayyim.
Menurut Ibnu Qayyim, lesbi tidak bisa disamakan atau diqiyaskan dengan homoseks karena dalam lesbi tidak ada kemaluan yang masuk. Sehingga tidak ada hukuman hadd atas perbuatan tersebut. Meskipun demikian, ia termasuk dalam kategori zina secara umum sebagaimana zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina mulut.
5. Zina mata dan anggota tubuh lainnya
Mungkin perbuatan ini lebih ringan daripada perbuatan-perbuatan pada poin sebelumnya. Namun ia juga disebut sebagai bagian dari zina.
Zina mata misalnya memandang lawan jenis dengan pandangan syahwat, berlama-lama menikmati melihat wajah dan tubuh lawan jenis, apalagi jika sampai melotot dan kemudian terbayang-bayang ketika sudah berpisah.
Zina telinga misalnya mendengar perkataan-perkataan yang membangkitkan syahwat.
Zina lisan misalnya mengucapkan kata-kata yang tak senonoh dan memancing syahwat. Melembut-lembutkan suara di depan lawan jenis sehingga memancing ketertarikan. Berbicara mendayu-dayu dan merayu, serta sejenisnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”(HR. Muslim)
Demikian lima perbuatan yang membuat wanita seakan-akan melakukan zina atau memikul dosa seperti dosanya zina. Semoga kita dimudahkan Allah untuk menjauhinya. (Webmuslimah)
Rabu, 25 November 2015
Wanita Dipaksa Orangtua Menikah Tanpa Cinta, Laki-Laki Ini Bersabar Tak Sentuh Istrinya, Siapkan Tisu Membacanya…
Siapkan tisyu untuk membacanya..
Seorang akhwat menceritakan kenangan masa lalunya yang tidak terlupakan :
“Namaku Mariani, orang-orang biasa memangilku Aryani. Ini adalah cerita perjalanan hidupku yang sampai hari ini masih tetap belum lengkang dalam benakku. Suatu cerita yang hampir membuatku menyesal seumur hidup apabila saya sendiri saat itu tak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan cerita yang sungguh saya sendiri takjub dibuatnya, sebab saya sendiri menganggap bahwa di dunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia.
Tahun 2007 silam, saya dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan namanya. Kak Arfan yaitu seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, namun dia seleting dengan kakakku waktu sekolah dulu. Umur kami terpaut 4 Th.. Yang saya tahu bahwa mulai sejak kecilnya Kak Arfan yaitu anak yang patuh pada orang tuanya serta rajin beribadah. Perilakunya yang seperti itu terbawa-bawa hingga ia dewasa. Saya merasa risih sendiri dengan Kak Arfan jika berpapasan di jalan, karena sopan santunnya kelihatannya terlalu berlebihan pada orang-orang. Geli saya menyaksikannya, yah, kampungan banget gelagatnya…,
Setiap ada acara-acara ramai di kampung juga Kak Arfan tidak pernah terlihat bergabung sama rekan-rekan seusianya. Yaah, pasti bila dicek ke rumahnya juga tidak ada, orang tuanya pasti menjawab “Kak Arfan di mesjid nak, menghadiri taklim”. Serta memang mudah sekali mencari Kak Arfan, mulai sejak lulus dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo.
Kak Arfan kerap menggunakan waktunya membantu orang tuanya jualan, terkadang tampak bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Walau terkadang sebagian rekan sepantarannya menyayangkan potensi serta kelebihan-kelebihannya yg tidak tersalurkan. Dengan cara fisik memanglah Kak Arfan nyaris tak sebanding dengan ukuran ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Karena terkadang gadis-gadis kampung suka menggodanya bila Kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara di desa.
Namun bagiku sendiri, itu adalah hal yang biasa-biasa saja, karena saya sendiri merasa bahwa sosok Kak Arfan adalah sosok yg tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri taklim, kuper serta kampungan banget. Terkadang hatiku sendiri bertanya, koq bisa yah, ada orang yang sekolah di kota tetapi begitu kembali tidak ada sedikitpun tanda-tanda kekotaan menempel pada dirinya, HPtidak ada. Selain bantu orangtua, pasti kerjanya ngaji, sholat, taklim serta kembali pada kerja lagi. Seakan ruangan lingkup hidupnya cuma monoton pada itu-itu saja, ke biosokop kek, ngumpul bareng rekan-rekan kek setiap malam minggunya di pertigaan kampung yang ramainya luar umum tiap-tiap malam minggu serta malam Kamisnya. Apalagi setiap malam Kamis serta malam Minggunya ada acara sharing cerita yang TOP banget di suatu station Radio Swasta digotontalo, bila tak salah ingat nama acaranya Nada Hati serta nama penyiarnya juga Satrio Herlambang.
Waktu terus bergulir serta seperti gadis-gadis moderen biasanya yg tidak terlepas dengan kata Pacaran, akupun demikian. Saya sendiri mempunyai kekasih yang begitu sangat saya cintai, namanya Boby. Masa-masa indah kulewati bersama Boby. Indah kurasakan dunia remajaku waktu itu. Ke-2 orangtua Boby sangat menyayangi saya serta kelihatannya mempunyai sinyal-sinyal restunya atas jalinan kami. Sampai musibah itu tiba, saya dilamar oleh seorang pria yang sudah sangatlah saya kenal. Yah siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan melalui pamanku. Orang tuanya Kak Arfan melamarku untuk anaknya yang kampungan itu.
Mendengar pembicaraan ibu waktu memberi tahu padaku perihal lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening…, saya berteriak sekencang-kencangnya menolak keinginan lamaran itu dengan tegas serta terbelit-belit saya sampaikan langsung pada ke-2 orang tuaku bahwa saya menolak lamaran keluarganya Kak Arfan. serta dengan terang-terangan juga saya sampaikan juga bahwa saya mempunyai kekasih pujaan hatiku, Boby.
Mendengar semua itu ibuku shock serta jatuh tersungkur kelantai. Akupun tidak mengira bila sikapku yang egois itu bakal membuat ibu shock. Baru kutahu bahwa yang mengakibatkan ibu shok itu karena beliau telah menerima dengan cara resmi lamaran dari orang tuanya Kak Arfan. Hatiku sedih waktu itu, kurasakan dunia demikian kelabu. Saya seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, tidak paham mesti ikut kata orangtua atau lari bersama kekasih hatiku Boby.
Hatiku sedih waktu itu. Dengan berat hati serta penuh rasa sedih saya terima lamaran Kak Arfan untuk jadi istrinya serta kujadikan malam paling akhir pertemuanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan kesedihanku. Walau kami sama-sama menyukai, namun harus Boby mesti merelakan saya menikah dengan Kak Arfan. Lantaran dia sendiri mengaku bahwa dia belum siap membina rumah tangaa waktu itu.
Tanggal 11 Agustus 2007 pada akhirnya pernikahanku juga di gelar. Saya merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku. Air mataku tumpah pada malam resepsi pernikahan itu. Di dalam senyuman orang-orang yang ada pada acara itu, mungkin akulah yang paling tersiksa. Karena mesti melepaskan masa remajaku serta menikah dengan lelaki yg tidak pernah kucintai. Serta yang paling membuatku tidak dapat menahan air mataku, bekas kekasihku Boby ada juga pada resepsi pernikahan itu. Ya Allah kenapa semua ini mesti terjadi padaku ya Allah… kenapa saya yang harus jadi korban dari seluruhnya ini?
Saat selalu berputar serta malam juga makin merayap. Sampai usailah acara resepsi pernikahan kami. Satu per satu beberapa undangan pamit pulang sampai sepi lah rumah kami. Waktu masuk ke kamar, saya tak merasakan suamiku Kak Arfan di dalamnya. Serta sebagai seorang istri yang cuma sangat terpaksa menikah dengannya, jadi saya juga biarkan serta segera membaringkan badanku setalah sebelumnya menghapus make-up pengantinku serta melepas gaun pengantinku. Saya bahkan juga tidak peduli kemana suamiku waktu itu. Karena rasa lelah serta terserang kantuk, saya juga pada akhirnya tertidur.
Mendadak di sepertiga malam, saya tersentak ketika melihat ada sosok hitam yang berdiri disamping ranjang tidurku. Dadaku berdegup kencang. Aku nyaris saja berteriak histeris, andai saja waktu itu tidak kudengar nada takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu. Perlahan kuperhatikan dengan cermat, ternyata sosok yang berdiri di sampingku itu adalah Kak Arfan suamiku yang tengah sholat tahajud. Perlahan-lahan saya baringkan badanku sembari membalikkan diriku membelakanginya yang waktu itu tengah sholat tahajud. Ya Allah saya lupa bahwa saat ini saya sudah jadi istrinya Kak Arfan. Namun walau demikian, saya masih tetap tidak dapat terima kemunculannya dalam hidupku. Waktu itu karena masih dibawah perasan ngantuk, saya juga kembali teridur. Sampai jam 04. 00 awal hari, kudapati suamiku sedang tidur beralaskan sajadah dibawah ranjang pengantin kami.
Astaghfirullah.. Ternyata Pacaran Lebih Hina Daripada PeL4cur4n
Segala yang kumiliki telah kupersembahkan untuk pacarku. Dia adalah Dani. Kurang baik apa diri ini pada Dani, sampai dia meninggalkanku seperti sampah bekas. Tapi akhirnya aku sadar. Ternyata bukan masalah baik atau tidaknya. Tapi karena pacaran itu sendiri bermasalah. Sebaik apapun diriku pada pacar, namun jika terjun dalam dunia pacaran akan terjebak juga.
Lihatlah betapa murahnya tubuh ini, aku berikan GRATIS atas nama pacar. Bukankah ini lebih hina dari pel4cur yang mereka bahkan punya tarif? Betapa bodohnya aku telah menyerahkan kehormatan diriku atas nama pacar tanpa tanda sah. Bukankah ini lebih murah daripada ayam.
Sekarang aku telah hamil 3 bulan. Bingung meminta pertolongan pada siapa, sementara Dani telah meninggalkanku. Pada orang tuaku? Aah..tidak mungkin, yang ada malah marah besar padaku. Pada keluarga Dani? Malah aku yang disalahin karena dianggap merusak hidup Dani. Mau lapor ke polisi, bagaimana Dani dihukum sementara kami lakukan suka sama suka.
Lalu pada siapa aku mengadu? Pada Allah? Betapa malunya diri ini sudah melanggar firman-Nya. Ataukah janin yang aku miliki sekarang digugurkan saja? Itu membuat aku berbuat seperti binatang. Apa sekalian menghancurkan diriku dengan menjadi pel4cur? Sungguh makin hina. Apakah aku minta dinikahi sama orang lain? Lalu orang berhati malaikat mana yg mau nikah dengan wanita kotor sepertiku?
Coba andai saja waktu aku bisa putar, aku memilih tidak akan pernah menyentuh pacaran. Andai saja bisa mendapatkan tulisan atau ceramah tentang bahaya pacaran, mungkin aku tidak akan melakukannya. Sebab beginilah pacaran, benar-benar membuat diriku terjerumus hingga bisa melakukan banyak kemaksiatan lainnya.
Ah, Aku sangat menyesalinya…
Catatan: Cerita di atas adalah hasil kesimpulan LaOdeMunafar setelah 5 tahun melayani curhatan pembaca yang bertaubat setelah membaca bukunya. Untuk nama tokoh di atas hanyalah fiksi
Wahai Para Suami, Jangan Sekali Pun Katakan Ini Kepada Istri Anda

Menikah adalah ibadah. Karenanya, dibutuhkan ilmu sejak sebelum, ketika, dan setelah menjalaninya. Ilmu-ilmu terkait pernikahan ini amat kompleks, terdiri dari banyak bidang. Di antara yang paling penting adalah ilmu komunikasi yang tak bisa dirumuskan dengan pasti oleh seorang pasangan, lalu dengan amat mudah dipraktikkan secara persis oleh pasangan lainnya.
Pasalnya, masing-masing individu itu unik. Memiliki karakter dan kecenderungan masing-masing. Alhasil, ilmu untuk menanganinya pun tak serupa. Kesamaan hanya ada pada kaidah dasar yang perlu dimodifikasi dan terus menerus diupgrade seiring berjalannya waktu bersama pasangan hidup Anda.
Komunikasi dalam rumah tangga ini bisa dibilang komplikasi; gampang-gampang susah, susah-susah gampang. Maknanya, tidak benar-benar sukar jika Anda mau mempelajarinya dengan sabar, dan tidak pula benar-benar gampang selama Anda tidak serius untuk mengupayakannya. Dibutuhkan perjuangan sungguh-sungguh dalam hal ini.
Di antara babnya, ada kalimat-kalimat yang harus terus diulang dengan tulus untuk semakin menyuburkan tanaman cinta antara Anda dan pasangan. Misalnya, ‘terima kasih’ dengan tulus di setiap kondisi kebaikan yang dilakukan istri, ‘maaf’ yang tak putus jika diri ini lakukan kesalahan-sengaja atau tidak, besar atau kecil-, dan ‘aku cinta padamu’ sesering mungkin, sesibuk apa pun.
Tiga kalimat inilah, sekali lagi, jika disampaikan dengan sungguh-sungguh, ianya akan menjadi bahan bakar yang membuat cinta senantiasa hangat, bahkan menyala dengan kobaran kasih yang sukar bahkan tak akan pernah padam hingga ajal menjelang.
Selain kalimat-kalimat yang harus seiring diulang, ada pula kalimat yang ‘haram’ disampaikan. Maknanya, jika suatu ketika Anda sengaja mengucapkan kalimat ini, lambat laun, bangunan cinta yang Anda bangun itu akan roboh, bercerai-berai, bubar tanpa bekas. Apalagi, jika kalimat ini disampaikan oleh seorang suami kepada istrinya.
Kelihatannya, kalimat ini terkesan remeh. Tapi, daya hancurnya amat nyata. Ia langsung menusuk ke relung hati terdalam istri Anda. Dalam bilangan tahun, jika Anda tidak meminta maaf dan memperbaikinya, dampak buruknya pun akan semakin Anda rasakan.
“Gak usah banyak cerita atau mengeluh. Curhat dan mengeluh saja kepada Allah Ta’ala.”
Itulah kalimat yang amat berbahaya jika disampaikan kepada istri Anda. Meski maksudnya baik, konteks kalimat amatlah rancu. Apalagi, wanita merupakan makhluk yang amat peka dengan ucapan dan pendengaran. Mereka lebih banyak berbicara dan lebih suka mendengar atau didengarkan.
Jika kalimat itu Anda ucapkan kepada istri, apalagi dengan nada ketus dan anti-pati, maka hitunglah masanya. Kelak, istri Anda itu benar-benar diam dan tak mau membagi cerita apa pun kepada Anda. Malangnya, ia tidak benar-benar berhenti berkisah atau mengeluh. Sebab, ianya menjadi satu di antara sekian sifat asasi. Alhasil, jangan heran jika istri yang Anda cintai itu akan mencari saluran lain untuk melampiaskan curhatan dan keluhannya.
Memang, Allah Ta’ala Maha Mendengar. Dia juga Mahatahu. Jika demikian, seharusnya perkataan “Curhat dan mengeluh saja pada Allah” tak perlu disampaikan. Bukannya Allah Ta’ala juga Mahatahu sehingga kita tak perlu menyampaikan atau curhat apa pun kepada-Nya?
Maka pahamilah, wahai para suami. Istri membutuhkan Anda bukan sekadar soal makan, pakaian, papan, kebutuhan biologis. Ia adalah bidadari yang perlu Anda dengarkan setiap keluhan dan cuitannya. Seremeh apa pun menurut Anda, sesibuk apa pun Anda sebagai seorang suami dan ayah.
Bukankah mendengarkan keluhan dan curhatan istri yang Anda cintai sambil ‘main-main’ itu menyenangkan? Maka perhatikanlah hal ini, wahai para suami yang berpikir. [Pirman/Keluargacinta]
Ternyata Istriku Pernah Berzina Sebelum Menikah Denganku
Pertanyaan:
Istri saya mengakui bahwa dia pernah berzina sebelum menikah denganku, apa yang harus saya lakukan ustad? Saya sakit setelah mendengar kabar ini. Apakah saya berhak mengambil mahar saya karena di akad nikah tertulis bahwa dia perawan tapi ternyata tidak. mohon jawabannya ustad.
Dari Sdr. Abd
Jawaban:
Wa alaikumus salam wa rahmatullah wabarakatu.
Pertama, islam memotivasi kepada siapapun yang pernah melakukan dosa terkait dengan hak Allah, agar merahasiakan dosa itu dan dia selesaikan antara dia dengan Allah. Dia bertaubat menyesali perbuatannya, tanpa harus menceritakan dosanya kepada siapapun. Termasuk kepada manusia terdekatnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan,
“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 3048 dan al-Baihaqi dalam Sunan as-Sughra, 2719).
Karena yang lebih penting dalam pelanggaran ini, bagaimana dia segera bertaubat dan memperbaiki diri, tanpa harus mempermalukan dirinya di hadapan orang lain. karena ini justru menjadi masalah baru.
Imam Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya tentang suami yang menikahi gadis. Di malam pertama, ternyata suami merasa istrinya tidak perawan. Salah satu bagian penjelasan beliau,
Jika istri mengaku bahwa keperawanannya hilang BUKAN karena hubungan badan, maka suami tidak masalah mempertahankan istrinya. Atau karena hubungan badan, namun sang istri mengaku dia diperkosa atau dipaksa, maka suami tidak masalah mempertahankan istrinya, jika istri sudah mengalami haid sekali setelah kejadian itu sebelum dia menikah.
Atau dia mengaku telah bertaubat dan menyesali perbuatannya, dan dia pernah melakukan zina ini ketika dia masih bodoh, dan sekarang sudah bertaubat, tidak masalah bagi suami untuk mempertahankannya. Dan tidak selayaknya hal itu disebar luaskan, sebaliknya, selayaknya dirahasiakan. Jika suami yakin sang istri telah jujur dan dia orang baik, bisa dia pertahankan. Jika tidak, suami bisa menceraikannya dengan tetap merahasiakan apa yang dialami istrinya. Tidak membeberkannya yang itu bisa menyebabkan terjadinya fitnah dan keburukan.
Kedua, apabila sebelum menikah suami mempersyaratkan istrinya harus perawan, ternyata setelah menikah sang istri tidak perawan, maka pihak suami berhak untuk membatalkan pernikahan.
Syaikhul Islam menjelaskan,
Apabila salah satu pasangan mengajukan syarat berupa kriteria tertentu kepada calonnya, seperti suami berharta, kecantikan, atau perawan atau semacamnya, maka syarat ini sah. Dan pihak yang mengajukan syarat berhak membatalkan pernikahan ketika syarat itu tidak terpenuhi, menurut riwayat yang lebih kuat dari Imam Ahmad dan pendapat yang kuat dalam Madzhab Syafii, serta itulah yang kuat dari pendapat Imam Malik. (Majmu’ Fatawa, 29/175).
Bagaimana dengan Mahar?
Jika pembatalan nikah ini sebelum terjadi hubungan badan, maka mahar dikembalikan. Namun jika telah terjadi hubungan, ada rincian:
Jika yang menipu pihak wanita, dia mengaku perawan padahal tidak perawan, maka dia wajib mengembalikan maharnya. Jika yang menipu pihak wali, atau orang lain yang menjadi perantara baginya, maka dia yang bertanggung jawab mengembalikan maharnya. Ibnul Qoyim menjelaskan,
Jika pihak suami mengajukan syarat, harus sehat tidak cacat, atau harus cantik, tapi ternyata jelek, atau harus masih muda, tapi ternyata sudah tua keriputan, atau harus putih, tapi ternyata hitam, atau harus perawan, tapi ternyata janda, maka pihak suami berhak membatalkan pernikahan. Jika pembatalan terjadi sebelum hubungan badan, istri tidak berhak mendapat mahar. Jika setelah hubungan, istri berhak mendapat mahar. Sementara tanggungan mengembalikan mahar menjadi tanggung jawab walinya, jika dia yang menipu suami. Namun jika istri yang menipu, gugur hak mahar untuknya (Zadul Ma’ad, 5/163).
Ketiga, apabila sebelum menikah, suami TIDAK mempersyaratkan istrinya harus perawan, maka dia tidak memiliki hak untuk membatalkan akad.
Ibnul Qoyim menjelaskan kapan seorang suami berhak membatalkan akad nikah, jika sebelumnya dia tidak mempersyaratkan apapun.
Satu riwayat dari Umar radhiyallahu ‘anhu: Wanita tidak dikembalikan (ke ortunya) kecuali karena 4 jenis cacat: gila, kusta, lepra, dan penyakit di kemaluan. Riwayat ini tidak saya ketahui sanadnya selain dari Ashbagh, dari Ibnu Wahb, dari Umar…. aturan ini berlaku jika pihak suami tidak mengajukan syarat apapun. (Zadul Ma’ad, 5/163).
Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,
Yang makruf di kalangan ulama, bahwa ketika seorang lelaki menikahi wanita yang dia anggap masih gadis, sementara dia tidak mempersyaratkan harus gadis, maka pihak suami tidak memiliki hak untuk membatalkan pernikahan. Karena kegadisannya bisa saja hilang karena si wanita main-main dengan organ pribadinya, atau karena dia melompat sehingga merobek keperawanannya, atau diperkosa. Selama semua kemungkinan ini ada, pihak suami tidak berhak membatalkan pernikahan, ketika dia menjumpai istrinya tidak perawan.
Namun jika pihak suami mempersyaratkan harus perawan, kemudian ternyata istrinya tidak perawan, maka suami punya pilihan untuk melanjutkan atau membatalkan nikah.
(Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 67, no. 13).
Demikian pembahasan rincian hukumnya.
Hanya saja, kami menasehatkan, agar pihak suami tetap mempertahankan istrinya dan merahasiakan apa yang dialami istrinya, jika dia sudah benar-benar bertaubat dengan serius dan istiqamah menjadi wanita yang sholihah.
Dan jika anda telah menerimanya, lupakan masa silamnya, dan tidak diungkit lagi, terutama ketika terjadi pertengkaran rumah tangga. Dalam hadis dinyatakan,
“Orang yang telah bertaubat dari perbuatan dosa, layaknya orang yang tidak memiliki dosa.” (HR. Ibnu Majah 4250, al-Baihaqi dalam al-Kubro 20561, dan dihasankan al-Albani).
Karena dia sudah bertaubat dengan serius, maka dia dianggap seperti orang yang tidak pernah melakukannya.
Sekalipun suami merasa sedih atau bahkan murka, namun ingat, semuanya tidak akan disia-siakan oleh Allah. Kesabarannya atas kesedihannya atau amarahnya akan menghapuskan dosanya. (ukhti Indonesia)
Inilah 3 Waktu Ini Paling Baik untuk Berhubungan
DALAM Islam, tidak ada larangan kapan pasangan suami istri berkehendak melakukan hubungan, selain tentu saja waktu-waktu kondisi yang dilarang, misalnya istri tengah haid dan atau siang hari di bulan Ramadhan. Namun ternyata, ada juga waktu dimana hubungan akan jadi sangat baik jika dilakukan.
Pertama, saat seorang suami membutuhkan. Kebutuhan suami akan hubungan tidak sama dengan istri. Menurut hadist, jika ada lelaki melihat wanita yang membuatnya terpikat, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada pada istrinya juga ada pada wanita itu. Ini menurut HR. Turmudzi 1158, Ibnu Hibban 5572, ad-Darimi dalam Sunannya 2261, dan yang lainnya.
“Jika si istri dipanggil oleh suaminya karena perlu, maka supaya segera datang, walaupun dia sedang masak.” (H.r.Tirmidzi, dan dikatakan hadis Hasan).
Kedua, waktu sebelum Shubuh, di waktu Dzuhur, dan sesudah Isya. “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di waktu dzuhur dan sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga waktu aurat bagi kamu. tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu,” (QS. An-Nur: 58).
Tafsir dari hadits ini adalah sebagai berikut: “Dulu para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka terbiasa melakukan hubungan badan dengan istri mereka di tiga waktu tersebut. Kemudian mereka mandi dan berangkat shalat. Kemudian Allah perintahkan agar mereka mendidik para budak dan anak yang belum baligh, untuk tidak masuk ke kamar pribadi mereka di tiga waktu tersebut, tanpa izin. (Tafsir Ibn Katsir, 6/83).
Ketiga, di akhir malam, setelah Tahajud. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di awal malam, kemudian bangun tahajud. Jika sudah memasuki waktu sahur, beliau shalat witir. Kemudian kembali ke tempat tidur. Jika beliau ada keinginan, beliau mendatangi istrinya. Apabila beliau mendengar adzan, beliau langsung bangun. Jika dalam kondisi junub, beliau mandi besar. Jika tidak junub, beliau hanya berwudhu kemudian keluar menuju shalat jamaah. (HR. an-Nasai 1680)
Mengakhirkan hubungan hingga akhir malam itu lebih baik. Karena di awal malam terkadang pikiran orang itu penuh. Dan melakukan jima di saat pikiran penuh, bisa jadi membahayakan dengan sepakat para ahli, karena bisa jadi dia tidak bisa mandi, sehingga dia tidur dalam kondisi junub, dan itu hukumnya makruh. (Mirqah al-Mashabih, 4/345). [berbagai sumber/Islampos]











